Mahasiswa Farmasi Unismuh Kendari Raih Juara Nasional Kompetisi Formulasi Obat Herbal 2026, Bawa Nama Sulawesi Tenggara ke Panggung Internasional

KENDARI – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari kalangan mahasiswa Fakultas Farmasi. Tiga mahasiswa program studi Farmasi berhasil memenangkan Kompetisi Nasional Formulasi Obat Herbal (KNFOH) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Farmasi Indonesia (AMFI) dan didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan bergengsi ini diraih oleh tim yang terdiri dari Sinta Puspitasari (semester VII), Dimas Rahmat Wijaya (semester VII), dan Rizki Nur Pratama (semester VI) dengan produk inovasi bernama “Imunitox Herbal” yang merupakan formula suplemen peningkat imunitas berbasis bahan alami lokal Sulawesi Tenggara.

Kompetisi yang berlangsung pada 10-15 April 2026 di Jakarta Convention Center ini melibatkan 127 tim dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Tim Unismuh Kendari berhasil mengalahkan pesaing-pesaing dari kampus-kampus ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga dalam kategori Inovasi Formula Herbal Berbasis Kearifan Lokal.

Keberhasilan ini menandai momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menunjukkan kompetensi akademik dan riset yang setara dengan perguruan tinggi nasional terkemuka. Selain meraih penghargaan utama, tim mahasiswa Unismuh Kendari juga menerima bonus hibah penelitian senilai Rp150 juta dari Kementerian Kesehatan untuk pengembangan lebih lanjut dari produk “Imunitox Herbal” mereka.

### Perjalanan Menuju Juara Nasional

Perjalanan menuju penghargaan tertinggi ini dimulai sejak enam bulan sebelumnya ketika ketiga mahasiswa tersebut mengikuti program pelatihan intensif di Laboratorium Formulasi Obat Tradisional Fakultas Farmasi Unismuh Kendari. Program bimbingan yang dipimpin langsung oleh Dr. Ari Susanto, M.Si., Apt., kepala laboratorium penelitian farmasi, memberikan fondasi ilmiah yang kuat untuk pengembangan formula inovasi mereka.

“Kami memulai dari riset etnofarmakologi terhadap tumbuhan-tumbuhan lokal Sulawesi Tenggara yang telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat setempat,” jelas Sinta Puspitasari, ketua tim, ketika ditemui di ruang Laboratorium Penelitian Farmasi Unismuh Kendari pada Rabu, 16 April 2026. Pemuda berusia 21 tahun asal Kota Kendari ini menambahkan bahwa proses identifikasi bahan baku melibatkan kolaborasi dengan praktisi pengobatan tradisional dan tokoh masyarakat lokal.

Imunitox Herbal yang mereka ciptakan menggunakan kombinasi lima bahan utama: ekstrak daun jambu air merah (Syzygium aqueum), kulit kayu raru (Alstonia scholaris), akar temu mangga (Curcuma mangga), buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), dan madu hutan asli Buton. Setiap bahan dipilih berdasarkan penelitian ilmiah yang menunjukkan kandungan polifenol, flavonoid, dan komponen bioaktif lainnya yang terbukti meningkatkan respons imun tubuh.

Dimas Rahmat Wijaya, anggota tim yang bertanggung jawab atas aspek farmakologi dan uji klinik, menjelaskan bahwa mereka melakukan uji laboratorium selama tiga bulan dengan melibatkan 60 responden. “Hasil uji menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah sel T helper dan sel NK (Natural Killer) pada responden yang mengonsumsi Imunitox Herbal selama empat minggu,” kata Dimas, mahasiswa dari Kabupaten Kolaka ini.

Anggota ketiga tim, Rizki Nur Pratama, fokus pada aspek stabilitas formula, packaging ramah lingkungan, dan strategi pemasaran yang berkelanjutan. Ia mengembangkan kemasan dalam bentuk powder sachet yang dapat dilarutkan dalam air hangat, sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia, khususnya anak-anak dan lansia.

### Dukungan Penuh dari Institusi

Keberhasilan tim mahasiswa ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari dan Dekan Fakultas Farmasi. Prof. Dr. Muhammad Jayadi, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi ini dalam sebuah pernyataan resmi yang dikirimkan ke media pada Kamis, 17 April 2026.

“Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa Unismuh Kendari tidak hanya memiliki visi misi yang jelas dalam pengembangan pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan dan mahasiswa yang kompetitif di tingkat nasional dan internasional. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penelitian dan inovasi mahasiswa sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Prof. Jayadi dalam pesan tertulis.

Dr. Hartono, M.Pharm., Ph.D., Dekan Fakultas Farmasi Unismuh Kendari, juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim pemenang. “Pencapaian ini adalah hasil dari dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang solid. Kami akan terus memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan penelitian berkualitas tinggi dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Dr. Hartono dalam wawancara eksklusif pada hari yang sama.

Dekan Hartono juga mengumumkan bahwa universitas akan mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan lebih lanjut dari produk Imunitox Herbal dengan target untuk melakukan uji klinis fase II dan sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dalam 12 bulan ke depan.

### Dampak Bagi Pengembangan Farmasi Lokal

Keberhasilan ini memiliki implikasi yang luas bagi pengembangan industri farmasi lokal, khususnya dalam memanfaatkan kekayaan biodiversitas yang dimiliki Sulawesi Tenggara. Provinsi ini dikenal sebagai salah satu hotspot biodiversitas di Indonesia dengan lebih dari 3.000 spesies tumbuhan yang tersebar di berbagai ekosistem, namun pemanfaatannya untuk pengembangan obat modern masih sangat terbatas.

Prof. Dr. Surya Dharma, M.Si., pakar etnobotani dari Universitas Hasanuddin yang hadir sebagai dewan juri dalam kompetisi nasional, memuji pendekatan penelitian yang dilakukan oleh tim Unismuh Kendari. “Riset etnofarmakologi seperti ini sangat penting untuk jembatan antara pengetahuan tradisional dan sains modern. Jika dikembangkan dengan baik, Imunitox Herbal berpotensi menjadi produk unggulan yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi tinggi bagi masyarakat dan daerah,” ucap Prof. Surya dalam sesi penutupan kompetisi.

Industri farmasi dan herbal nasional juga melirik prestasi ini dengan antusiasme. PT. Phyto Indonesia, perusahaan farmasi multinasional yang bergerak dalam bidang obat herbal, telah mengajukan proposal kolaborasi penelitian dan pengembangan dengan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai tindak lanjut dari penampilan tim mahasiswa di Jakarta.

### Motivasi untuk Mahasiswa Lain

Prestasi tim Imunitox Herbal juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Fakultas Farmasi Unismuh Kendari untuk aktif terlibat dalam penelitian dan kompetisi akademik. Saat ini, setidaknya 15 tim mahasiswa dari Unismuh Kendari sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai kompetisi ilmiah nasional dan internasional dalam tahun akademik 2026/2027.

Kepala Program Studi Farmasi, Dr. Endang Sulistyowati, M.Si., Apt., menjelaskan bahwa universitas akan meningkatkan intensitas bimbingan dan pelatihan kepada mahasiswa yang tertarik untuk melakukan penelitian. “Kami juga akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menggunakan fasilitas laboratorium dan mengadakan seminar-seminar rutin dengan pakar dari berbagai institusi terkemuka,” tutur Dr. Endang.

Sinta Puspitasari, sebagai perwakilan tim pemenang, juga memberikan motivasi kepada adik-adik tingkat untuk tidak takut bermimpi besar. “Kami adalah mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di daerah, bukan dari kota-kota besar. Namun itu tidak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi setingkat dengan universitas-universitas papan atas. Yang penting adalah dedikasi, kerja keras, dan dukungan dari dosen pembimbing dan institusi,” ujar Sinta dengan penuh semangat.

### Outlook Masa Depan

Ke depan, tim Imunitox Herbal berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sambil tetap mengembangkan produk mereka. Rencana bisnis jangka panjang mereka adalah mendirikan startup di bidang farmasi herbal yang akan mengkomersialisasikan Imunitox Herbal dan produk-produk inovasi farmasi lainnya yang berbasis bahan baku lokal Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa inovasi farmasi dan healthcare dapat dilakukan dari daerah, dan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Dimas Rahmat Wijaya dengan penuh keyakinan.

Rektor Unismuh Kendari, Prof. Muhammad Jayadi, juga telah menunjukkan dukungannya dengan menjanjikan bahwa universitas akan memfasilitasi pengembangan startup mahasiswa ini melalui Pusat Inkubasi Bisnis dan Inovasi Unismuh Kendari yang baru diresmikan pada Januari 2026.

### Penutup

Prestasi yang diraih oleh tiga mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional ini bukan sekadar penghargaan akademik biasa. Lebih dari itu, ini merupakan bukti nyata bahwa institusi pendidikan di daerah dapat menghasilkan inovasi dan penelitian berkualitas tinggi yang setara dengan universitas-universitas terkemuka di pusat. Prestasi ini juga membuka peluang baru untuk pengembangan industri farmasi lokal dan pemanfaatan kekayaan alam Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.

Dengan dukungan dari institusi, pemerintah, dan industri, serta semangat dan dedikasi dari mahasiswa-mahasiswa berbakat seperti Sinta, Dimas, dan Rizki, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus menghasilkan inovasi-inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sains, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Total kata: 1.847 kata

More From Author

Mahasiswa Farmasi Unismuh Kendari Raih Prestasi di Ajang Olahraga dan Seni Budaya Tingkat Regional, Buktikan Keseimbangan Akademik dan Ekstrakurikuler

BEM Fakultas Farmasi Unismuh Kendari Luncurkan Program Kepedulian Sosial “Farmasi untuk Komunitas” dengan Target Jangkauan 5.000 Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw