KENDARI – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari Fakultas Farmasi. Pada ajang bergengsi Asia-Pacific Pharmaceutical Innovation Competition 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-11 April 2026, tim mahasiswa Unismuh Kendari berhasil meraih medali emas dalam kategori Drug Development and Innovation. Pencapaian ini menandai momentum penting bagi pengembangan riset farmasi di kawasan timur Indonesia dan menempatkan Unismuh Kendari sebagai institusi pendidikan farmasi terdepan di tingkat internasional.
Tim pemenang terdiri dari empat mahasiswa program studi Farmasi Unismuh Kendari yang dipimpin oleh Syaiful Bahri (angkatan 2023), Nurul Habibah (angkatan 2023), Rahmat Hidayah (angkatan 2023), dan Dina Kusuma Wardani (angkatan 2022). Mereka berhasil mengalahkan 47 tim peserta dari berbagai universitas ternama di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur dalam kompetisi yang berlangsung selama tiga hari dengan serangkaian presentasi, ujian lisan, dan pertanyaan dari juri internasional.
### Inovasi Terapeutik yang Mengesankan Juri Internasional
Inovasi yang dipersembahkan tim Unismuh Kendari berjudul “Formulasi Nanopartikel Herbal Berbasis Minyak Atsiri Pala (Myristica fragrans) untuk Pengobatan Diabetes Tipe 2 dengan Peningkatan Bioavailabilitas dan Efektivitas Antioksidan.” Penelitian ini menggabungkan kearifan lokal Indonesia, khususnya pemanfaatan tanaman pala yang melimpah di Maluku dan Sulawesi, dengan teknologi nanoteknologi farmasi mutakhir.
Syaiful Bahri, ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa riset ini dimulai dari observasi mendalam terhadap penggunaan tradisional minyak atsiri pala dalam masyarakat lokal Kendari dan sekitarnya. “Kami melihat potensi besar dari senyawa aktif dalam minyak atsiri pala yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan obat modern. Melalui bimbingan dosen pembimbing kami, kami melakukan ekstraksi dan karakterisasi senyawa, dilanjutkan dengan pemformulasian menggunakan teknologi nanopartikel polimer biodegradable,” ujarnya dalam wawancara singkat seusai pengumuman pemenang.
Inovasi tersebut menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan dalam uji preklinik pada model hewan coba dengan peningkatan efektivitas antidiabetes hingga 85% dibandingkan dengan ekstrak tradisional biasa. Selain itu, formulasi nanopartikel berhasil meningkatkan bioavailabilitas oral hingga 340% dengan durasi aksi yang lebih panjang, sehingga berpotensi mengurangi frekuensi pemberian obat kepada pasien.
“Juri internasional sangat terkesan dengan metodologi penelitian yang komprehensif, data eksperimental yang kuat, dan potensi komersial dari inovasi ini,” ungkap Nurul Habibah, anggota tim yang bertanggung jawab atas analisis farmakologis. “Mereka juga menghargai upaya kami mengintegrasikan pengetahuan etnofarmakologi dengan sains farmasi modern, yang relevan dengan tren global dalam drug discovery.”
### Dukungan Institusional dan Bimbingan Akademik Berkualitas
Keberhasilan tim mahasiswa ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi Universitas Muhammadiyah Kendari dan Fakultas Farmasi secara khusus. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Farmasetika dan Laboratorium Farmakologi yang telah diupgrade dengan peralatan modern dalam dua tahun terakhir.
Dosen pembimbing utama, Dr. Andi Tenri Pada Nur, M.Sc., Apt., kepala Laboratorium Teknologi Farmasetika Unismuh Kendari, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Mahasiswa kami menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengejar riset berkualitas tinggi. Mereka tidak hanya sekadar mengikuti protokol penelitian, tetapi juga berpikir kritis tentang aplikasi praktis dari temuan mereka. Kami di Fakultas Farmasi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem riset yang mendukung inovasi semacam ini,” katanya dalam keterangan resmi pada Jumat, 11 April 2026.
Selain Dr. Andi Tenri Pada Nur, penelitian ini juga mendapat bimbingan dari Dr. Yusuf Mukhtar, M.Si., Apt., spesialis farmakognosi dan fitofarmaka, serta Ir. Siti Nurhaliza, M.Si., ahli dalam nanoteknologi dan penghantaran obat. Kolaborasi interdisipliner ini mencerminkan komitmen Unismuh Kendari dalam mengembangkan riset yang holistik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
### Dampak Strategis bagi Pengembangan Farmasi Indonesia
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Ridha, M.Sc., memberikan sambutan hangat atas prestasi gemilang ini. “Pencapaian mahasiswa dan dosen Fakultas Farmasi kami di panggung internasional ini adalah bukti nyata dari visi Unismuh Kendari untuk menjadi pusat unggulan penelitian dan pengembangan di Indonesia Timur. Kami bangga bahwa inovasi kami mampu berkontribusi pada solusi kesehatan global, khususnya dalam mengatasi tantangan diabetes yang terus meningkat,” ujar Prof. Ridha dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Dekan Fakultas Farmasi Unismuh Kendari, Dr. Arif Wicaksono, M.Sc., Apt., menambahkan bahwa prestasi ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas riset mahasiswa dalam skala yang lebih besar. “Kami sudah merencanakan pembentukan research cluster khusus untuk phytopharmaceutical dan nanomedicine yang akan melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan. Target kami adalah memiliki minimal tiga publikasi internasional dan satu paten dalam dua tahun ke depan,” jelasnya dengan optimis.
Dari perspektif industri farmasi nasional, inovasi ini memiliki nilai komersial yang signifikan. Potensi pasar diabetes di Indonesia mencapai triliunan rupiah dengan jutaan pasien yang membutuhkan terapi alternatif yang lebih efektif dan terjangkau. Formula nanopartikel berbasis herbal lokal seperti ini membuka peluang untuk pengembangan obat generik inovatif yang dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi industri farmasi nasional sambil tetap mempertahankan aksesibilitas bagi masyarakat.
### Kompetisi Internasional sebagai Platform Pembelajaran
Asia-Pacific Pharmaceutical Innovation Competition adalah ajang kompetisi prestisius tahunan yang diselenggarakan oleh Asian Pharmaceutical Association dan didukung oleh berbagai universitas terkemuka di Asia. Kompetisi ini menarik partisipan dari lebih dari 20 negara di kawasan Asia-Pasifik dan menjadi platform penting bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk memamerkan inovasi mereka di depan para ahli dan industri global.
Keikutsertaan tim Unismuh Kendari dalam kompetisi internasional ini adalah hasil dari seleksi internal yang ketat. Sebelum tampil di Bangkok, tim telah melalui serangkaian tahap penyaringan mulai dari presentasi proposal di tingkat Fakultas, kemudian universitas, hingga akhirnya direkomendasikan untuk berpartisipasi dalam ajang internasional.
Rahmat Hidayah, anggota tim yang mengurus aspek metodologi penelitian, menceritakan pengalaman mereka dalam mengikuti kompetisi. “Pesaing kami berasal dari universitas top seperti University of Tokyo, National University of Singapore, dan University of Hong Kong. Awalnya kami merasa nervous, tetapi setelah melihat data solid kami dan mendengar feedback positif dari juri pada babak pertama, kepercayaan diri kami meningkat. Yang paling mengesankan adalah diskusi ilmiah yang sangat mendalam dengan peserta lain dan juri, yang memberikan perspektif baru tentang penelitian kami,” katanya dengan antusiasme.
### Rencana Pengembangan Lanjutan dan Komersalisasi
Tim pemenang sudah memulai diskusi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Unismuh Kendari untuk tahapan selanjutnya. Salah satu rencana konkret adalah pendaftaran paten internasional untuk formula nanopartikel mereka. “Kami menargetkan untuk mengajukan paten dalam enam bulan ke depan, baik di tingkat nasional melalui Kemenkumham maupun internasional melalui WIPO (World Intellectual Property Organization),” ungkap Dr. Yusuf Mukhtar, pembimbing tambahan yang juga berperan sebagai koordinator intellectual property di Fakultas Farmasi.
Selain itu, tim juga berencana untuk melanjutkan penelitian ke fase uji klinik pada manusia. Untuk tahap ini, mereka telah membuka komunikasi dengan beberapa rumah sakit dan klinik di Kendari dan sekitarnya untuk mendapat dukungan dalam pelaksanaan uji klinik. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya menarik secara ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pasien diabetes di komunitas lokal kami,” ujar Dina Kusuma Wardani, anggota tim yang spesialis dalam regulatory affairs dan clinical trial.
Kemungkinan kerja sama dengan industri farmasi nasional juga sedang dipertimbangkan. Beberapa perusahaan farmasi terkemuka telah menunjukkan ketertarikan untuk mendiskusikan kemungkinan lisensi teknologi atau joint development agreement. Hal ini akan membuka peluang bagi penelitian untuk mencapai skala produksi dan distribusi yang lebih luas.
### Inspirasi bagi Mahasiswa dan Ekosistem Riset Kampus
Prestasi tim ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unismuh Kendari lainnya untuk aktif dalam riset dan pengembangan inovasi. Dekan Fakultas Farmasi telah menginstruksikan kepada semua program studi untuk meningkatkan fokus pada penelitian berbasis inovasi dan problem-solving yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi konsumen pengetahuan, melainkan juga produsen pengetahuan dan solusi inovasi. Pencapaian tim ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unismuh Kendari memiliki kapabilitas yang sama dengan mahasiswa dari universitas top dunia, asalkan mereka didukung dengan lingkungan akademis yang tepat, bimbingan yang baik, dan akses ke fasilitas riset yang memadai,” terang Dr. Arif Wicaksono.
Program akselerasi penelitian mahasiswa juga sedang dikembangkan dengan alokasi dana khusus dan mentoring intensif dari dosen-dosen senior. Universitas juga berencana untuk meningkatkan kerjasama internasional dengan universitas mitra di luar negeri untuk penelitian bersama dan pertukaran mahasiswa peneliti.
### Penutup: Komitmen terhadap Keunggulan Akademik
Pencapaian tim mahasiswa Fakultas Farmasi Unismuh Kendari ini merupakan milestone penting dalam perjalanan universitas menuju standar keunggulan internasional. Tidak hanya memberikan prestasi bagi institusi, tetapi juga menunjukkan bahwa riset berkualitas tinggi dan inovasi dapat lahir dari universitas di daerah dan berkontribusi pada pemecahan masalah kesehatan global.
Dengan tetap mempertahankan akar kearifan lokal sambil mengadopsi metodologi dan standar internasional, tim ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan farmasi inovatif yang kompetitif di pasar global.
Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan ekosistem riset yang kondusif, sehingga lebih banyak lagi mahasiswa dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Medali emas yang diraih adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang menuju kontribusi nyata dalam transformasi industri farmasi Indonesia.
[Selesai]
—
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi resmi dari Universitas Muhammadiyah Kendari pada 11 April 2026.
ratutoto789 ready789 reaksi4d resepdesa188 ringkas77 roti77 rungad88 sahur99 samudra369 sangkartoto4d sasarangadun77 sentraltoto77 sentuh4d sentuhwin77 serabi77 serabi99 seru118 setelancuan77 setupwin188 siaga77bet siapmenang77 sigap789 simplewin188 siomay77 siomay88 slotkamboja123 slotpanas303 sontogel77 superhebat555 switchjp77 taktikprofit77 tapbet777 targetmenang77 tawonbet77 tekanbet77 timing303 triggermenang77 tujuanwin77 visitoto4d warkop128 waspada303 zorototo88 asia123 asia138 asia168 asia188 asia303 asia365 asia69 asia777 asia78 asia888 asia88 big123 big168 big188 big303 big365 big69 big78 big99 butet77 butet88 butet99 captain138 captain168 captain303 captain365 captain69 captain888 captain89 captain99 cemara138pola cemara168 cemara188 cemara303 cemara365 cemara69 cemara78 cemara888 cemara88 cemara89 cemara99 dolar123 dolar168 dolar69 dolar89 dragon123 dragon168 dragon188 dragon77 dragon89 erigo888 jet138 jet168 jet188 jet365 jet69 jet88 jet89