Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (UNMUH Kendari), khususnya Fakultas Farmasi, resmi meluncurkan proyek pembangunan infrastruktur kampus terbesar dalam sejarah institusi akademik tersebut. Proyek yang dicanangkan pada Rabu, 9 April 2026, ini mencakup pembangunan Laboratorium Farmasi Modern, Gedung Serbaguna, dan peningkatan fasilitas pendukung lainnya dengan total investasi mencapai Rp 45 miliar.
Peluncuran proyek pembangunan ini dilakukan secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Bambang Supriyanto, M.Sc., didampingi oleh Dekan Fakultas Farmasi, Dr. Anis Hidayati, S.Farm., M.Si., dan jajaran pimpinan kampus lainnya di halaman utama kampus yang terletak di Jalan Sultan Muhammad Saleh, Kelurahan Kendari Baru, Kota Kendari.
Pembangunan fasilitas ini menjadi wujud nyata komitmen UNMUH Kendari dalam meningkatkan standar pendidikan farmasi dan menciptakan ekosistem akademik yang lebih baik. Dengan total luas area pembangunan mencapai 5.200 meter persegi, proyek ini diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu 18 bulan, yakni pada kuartal ketiga tahun 2027.
Kebutuhan Mendesak akan Fasilitas Terkini
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi Dr. Anis Hidayati menjelaskan bahwa kebutuhan akan laboratorium modern menjadi hal yang tidak dapat ditunda lagi. Fakultas Farmasi UNMUH Kendari saat ini menampung lebih dari 850 mahasiswa aktif, namun fasilitas laboratorium yang tersedia masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Kami memiliki tanggung jawab besar untuk menghasilkan apoteker-apoteker berkualitas yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional. Fasilitas laboratorium yang ada saat ini sudah berusia lebih dari 15 tahun dan teknologinya tertinggal jauh. Mahasiswa kami belajar dengan peralatan yang sudah usang, sementara industri farmasi membutuhkan tenaga kerja yang terampil menggunakan teknologi terkini,” ungkap Dr. Anis Hidayati saat peluncuran proyek, Rabu pagi itu.
Pernyataan Dekan ini dikuatkan dengan data yang menunjukkan bahwa tingkat kelulusan dan prestasi mahasiswa Fakultas Farmasi UNMUH Kendari mengalami stagnasi dalam tiga tahun terakhir. Nilai rata-rata UKOM (Uji Kompetensi Mahasiswa) Farmasi tahun 2025 mencapai 65,4%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 72%, dan jauh tertinggal dari kampus unggulan lainnya di Indonesia yang mencapai 80% ke atas.
Spesifikasi Fasilitas Pembangunan
Laboratorium Farmasi Modern yang akan dibangun ini dirancang oleh konsultan internasional dengan standar laboratorium farmasi kelas dunia. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan berbagai alat dan peralatan canggih senilai sekitar Rp 22 miliar, termasuk:
Pertama, Ruang Farmakognosi yang dilengkapi dengan microscope elektron scanning (SEM), HPLC (High Performance Liquid Chromatography), dan UV-VIS spectrophotometer generasi terbaru. Ruang ini akan memungkinkan mahasiswa melakukan penelitian mendalam tentang bahan alam dan standarisasi sediaan farmasi.
Kedua, Laboratorium Farmasetika dan Teknologi Sediaan yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam membuat berbagai bentuk sediaan farmasi modern, mulai dari tablet, kapsul, salep, hingga sediaan modern berteknologi nano. Ruang ini akan dilengkapi dengan mesin mixer berkapasitas 50 kilogram, tablet machine otomatis, dan equipment sterilisasi berteknologi tinggi.
Ketiga, Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi yang akan menjadi pusat penelitian efektivitas dan keamanan obat. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan incubator CO2, laminar flow cabinet kelas III, dan sistem monitoring hewan coba yang canggih.
Keempat, Laboratorium Analisis Farmasi dan Biofarmasi yang merupakan spesialisasi penting dalam pendidikan farmasi modern. Laboratorium ini akan dilengkapi dengan instrumen analitik terdepan termasuk Mass Spectrometry dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang dapat digunakan untuk uji kadar dan analisis cemaran pada sediaan farmasi.
Selain laboratorium khusus tersebut, kompleks pembangunan juga mencakup ruang kuliah terintegrasi dengan kapasitas 300 kursi, perpustakaan khusus farmasi dengan koleksi 5.000 buku elektronik dan jurnal internasional, serta ruang seminar dan workshop yang fleksibel.
Investasi dan Sumber Pendanaan
Pembiayaan proyek sebesar Rp 45 miliar ini berasal dari berbagai sumber. Rektor Prof. Dr. Bambang Supriyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan Rp 25 miliar dari dana operasional universitas yang telah ditabung selama lima tahun terakhir melalui efisiensi anggaran dan diversifikasi sumber pendapatan.
“Universitas Muhammadiyah Kendari telah berkomitmen untuk pengembangan berkelanjutan. Kami telah melakukan perencanaan matang selama dua tahun terakhir dengan melakukan studi kelayakan dan benchmarking dengan universitas-universitas terkemuka. Investasi ini bukan hanya untuk fisik bangunan, tetapi juga untuk masa depan pendidikan farmasi di kawasan Sulawesi Tenggara,” jelas Prof. Bambang.
Sisanya, sebesar Rp 20 miliar, akan bersumber dari kerjasama dengan institusi keuangan melalui skema pembiayaan dengan tenor 10 tahun, serta dukungan dari Organisasi Muhammadiyah Sulawesi Tenggara yang telah mengalokasikan dana CSR (Corporate Social Responsibility) khusus untuk pengembangan pendidikan farmasi.
Dampak Jangka Panjang untuk Kualitas Pendidikan
Kepala Program Studi S1 Farmasi, Dr. Handono Wahyu Pratama, S.Farm., M.Si., Ph.D., yang juga hadir dalam acara peluncuran, menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif infrastruktur baru ini. Menurut Handono, fasilitas laboratorium modern akan membuka peluang baru dalam penelitian dan pengembangan sediaan farmasi lokal.
“Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa kami tidak hanya menerima pelajaran teoretis, tetapi juga dapat melakukan praktikum yang komprehensif dan penelitian yang meaningful. Kami juga berencana mengembangkan research group yang fokus pada pengembangan obat tradisional Indonesia dan fitofarmaka dari kekayaan alam Sulawesi Tenggara,” ungkapnya dengan antusias.
Lebih lanjut, Handono menambahkan bahwa fasilitas baru ini juga akan membuka akses bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam penelitian tingkat nasional dan internasional. “Kami telah menjalin MoU (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Padjadjaran untuk kolaborasi penelitian farmasi. Dengan laboratorium baru ini, kami percaya kolaborasi semacam ini akan lebih produktif dan berdampak nyata,” imbuhnya.
Peningkatan Akreditasi dan Sertifikasi
Perkembangan infrastruktur ini juga berkaitan erat dengan rencana peningkatan akreditasi Fakultas Farmasi UNMUH Kendari. Saat ini, Fakultas Farmasi masih memiliki akreditasi B dari BAN-PT. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern, pihak universitas yakin dapat mencapai akreditasi A dalam waktu dua tahun ke depan.
Dr. Anis Hidayati mengatakan, “Target kami adalah meraih akreditasi A sebelum akhir tahun 2028. Untuk mencapai hal itu, kami tidak hanya membenahi infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penelitian, dan kemitraan industri. Fasilitas laboratorium modern menjadi fondasi utama dalam upaya peningkatan akreditasi ini.”
Selain itu, laboratorium baru akan memudahkan mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi Uji Kompetensi Apoteker (UKAP) yang merupakan ujian nasional untuk profesi apoteker di Indonesia. Dengan praktikum yang lebih komprehensif menggunakan peralatan standar industri, diharapkan tingkat kelulusan UKAP dapat ditingkatkan secara signifikan.
Kontribusi terhadap Pengembangan Industri Farmasi Lokal
Lebih jauh lagi, pembangunan laboratorium ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan industri farmasi lokal dan industri hilir di Sulawesi Tenggara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menetapkan pengembangan sektor farmasi dan herbal sebagai salah satu prioritas dalam diversifikasi ekonomi.
Kepala Dinas Pendidikan Tinggi Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Sumarni, yang turut hadir dalam acara peluncuran, menyatakan apresiasi terhadap langkah proaktif UNMUH Kendari. “Kami sangat menghargai inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan kapasitas pendidikan farmasi. Provinsi Sulawesi Tenggara sangat membutuhkan tenaga ahli farmasi yang kompeten untuk mendukung pengembangan industri farmasi dan herbal di daerah ini,” katanya.
Dengan kehadiran laboratorium modern, diharapkan dapat tercipta ekosistem inovasi di mana mahasiswa dan dosen dapat mengembangkan produk-produk farmasi unggulan berbasis kearifan lokal. Beberapa dosen Fakultas Farmasi UNMUH Kendari telah memiliki beberapa paten terkait pengembangan sediaan farmasi dari tumbuhan obat lokal, dan fasilitas baru ini akan mempercepat proses komersialisasi inovasi tersebut.
Jadwal Pelaksanaan dan Target Penyelesaian
Proyek pembangunan ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan timeline yang jelas. Fase pertama, dimulai pada Mei 2026, akan fokus pada penyelesaian struktur bangunan Laboratorium Farmasi Modern. Fase ini diperkirakan akan selesai pada Desember 2026.
Fase kedua, yang berjalan dari Januari 2027 hingga Agustus 2027, akan mencakup instalasi peralatan laboratorium dan sistem utilitas pendukung seperti sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), sistem air murni (demineralized water system), dan sistem limbah farmasi yang ramah lingkungan.
Fase ketiga, yang berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2027, adalah fase uji coba dan validasi semua peralatan laboratorium untuk memastikan berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Rektor Prof. Dr. Bambang Supriyanto berkomitmen bahwa fasilitas ini akan mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada semester ganjil tahun akademik 2027/2028. “Kami akan memastikan bahwa semua peralatan telah teruji dengan baik dan para dosen serta asisten laboratorium telah terlatih dengan sempurna sebelum digunakan mahasiswa,” tegasnya.
Penutup
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kendari ini menandai era baru dalam perkembangan institusi pendidikan farmasi di Sulawesi Tenggara. Dengan investasi sebesar Rp 45 miliar dan fasilitas yang akan terangkum dalam kompleks seluas 5.200 meter persegi, UNMUH Kendari telah menunjukkan komitmen seriusnya untuk menghasilkan apoteker-apoteker berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar tenaga kerja nasional dan internasional.
Seiring dengan pembangunan fisik ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang menjadi tridharma perguruan tinggi. Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa Fakultas Farmasi UNMUH Kendari akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi mereka dan berkontribusi pada kemajuan industri farmasi Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Proyek ini juga menjadi bukti nyata dari dukungan Organisasi Muhammadiyah terhadap pengembangan pendidikan berkualitas di daerah-daerah, yang sejalan dengan misi Muhammadiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Diharapkan, pada 18 bulan ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya akan memiliki fasilitas laboratorium modern yang membanggakan, tetapi juga akan mampu meningkatkan standar pendidikan farmasi secara keseluruhan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kesehatan dan farmasi nasional.
—
Penulis: Tim Redaksi Kampus | Editor: Dwi Santoso | Fotografer: Ahmad Rizki | Diakses: 9 April 2026